10.4.11

Bidadari Khayal

Bidadari khayal

Tak terasa benak melayang membayangkan seraut wajah,
suara-suara merdu terdengar riang menggugah khayal,
rambut hitam terurai bak sutra hitam bergelombang,
sunggingan senyum merah merekah menambah gairah,
tatapan teduh mata jeli bak mutiara manikam,
keriangannya membuyarkan awan hitam berserabut,
keindahan tuturnya menawan membuat diri terasa mengawang,
Oh...Allah wahai dzat yg maha indah dan senang dengan segala keindahan,
Oh...Allah wahai dzat yg maha agung dan maha memiliki keagungan,
Oh...Allah wahai dzat yang maha Kasih dan maha mengasihi,
Oh...Allah wahai dzat yang maha Penyayang dan maha menyayangi,
tersungkurku dalam setiap sujud panjang...
terisakku dalam bait-bait do'a malamku...
tertumpah hasrat hati dalam kegundahanku...

Entah apa sebenarnya yang kurasa...

Apakah berdosa jika benih-benih itu tumbuh alami...

Sungguh semuanya mengalir bak udara mengisi ruang kosong...

Semuanya berjalan apa adanya tdk ada yg terpaksa...

Mengalun lembut sajak-sajak sang gembala mendayu,

Menambah hasrat berdebur laksana ombak,

Tak peduli siang,

Tak peduli malam,

Tak peduli badai menerjang,

Tak peduli hujan,terik,gersang,

Hati terasa keluh tuk bilang tidak,

Selalu kuberusaha tuk bisa mengendalikannya,

Akan tetapi...

Entah mengapa...

Seribu kali kucoba tuk menghilangkannya...

Sejuta kali rasa itu makin menggelora...

Oh...Allah wahai dzat yg maha memiliki hati setiap insan,

Hambamu yang penuh kerendahan memohon kehadiratMu,

Kalau memang semua ini sudah menjadi suratan Mu,

Bukakanlah jalanMu

Terangilah hatiku,

Tunjukilah jalanku,

Agar batin ini terasa tentram, damai dan tenang,

Oh...wahai bidadari khayalku,

Maafkan diri ini yang tak kuasa menahan gejolak,

Sungguh telah beribu-ribu kali kucoba tuk mengendalikannya,

Akan tetapi tak sanggup ku tuk melupakannya

Kumerasa diri tak pantas tuk menyimpan rasa itu,

Coba sekali kau menatap bayangmu didasar telaga jernih,

Lihat siapa sebenarnya dirimu,

Sudah berani menjatuhkan pilihan pada sosok suci penuh keagungan...

Oh Allah wahai dzat yg maha memiliki hati setiap insan

Oh Allah wahai dzat yg maha memiliki kasih sayang tak berujung,

Diri yg penuh berlumur lumpur dosa dan nestapa,

Diri yg penuh dengan kefanaan dan kelemahan,

Oh wahai bidadari khayalku yg selalu kurindukan,

Bukalah hati dan jiwanmu tuk hanya sekedar memberi ruang pada diri ini tuk mencoba menjadi orang yang akan selalu membuat kamu tetap tersenyum...Insya Allah

Demi Allah yang maha memiliki kasih sayang yg tak berujung,

Ku akan tetap mengharapakanmu sampai kelak ketentuan Allah akan berlaku terhadap diriku dan dirimu,

Wahai bidadari khayalku aku mencintaimu atas nama Allah dan RasulNya.

Bekasi, 050411

15.10.10

Kerinduanku ~ Bujale

Kerinduanku ~ Bujale

Kerinduanku

malam semakin larut,
sang malam lambat tapi pasti mulai merayap,
menyapa setiap jiwa yg masih terjaga,
hiruk pikuk kehidupan perlahan pamit,
bergulung dalam buaian sang pemilik malam,
mata-mata mulai terlihat lusuh,
mengikuti irama waktu yg tak mengenal waktu,
perlahan satu persatu tubuh-tubuh fana menyerah pd kodrat alam,
bergelimpangan dalam pelukan mimpi-mimpi yg tak berujung,
walau masih tak terhitung ilusi yg masih jadi tujuan,
akan tetapi semuanya pasti ada batasan,
berhari,berminggu,berbulan,bertahun,
tak terasa sang pemberi hidup mengurangi kehidupan,
tanpa sadar jiwa-jiwa tua mulai terlihat ringkih,
yang dahulu terlihat gagah,
yang dahulu terlihat rupawan,
yang dahulu terlihat menawan,
yang dahulu terlihat menakjubkan,
yang dahulu terlihat penuh pesona,
Subahanallah...
yang dahulu terlihat pongah,
yang dahulu terlihat angkuh,
yang dahulu terlihat sombong,
yang dahulu terlihat gahar,
yang dahulu terlihat penuh keakuan,
Masya Allah...
kini terlihat hanya seperti sebatang pohon yg terlihat rapuh,
semua terlihat seperti debu beterbangan tertiup angin,
wahai jiwa-jiwa yang tenang,
kenapa harus engkau kotori oleh berbagai sampah tak berguna,
ingatkah engkau bahwa semua itu pasti akan berakhir,
atau apakah engkau bisa memberi kehidupan yang lain?
Demi Allah, sesungguhnya hanya Allahlah sang pemilik hidup,
dzat yang tak bertanding,
dzat yang tak beranak,
dzat yang maha satu,
dzat yang maha penuh kasih sayang,
hemm...
tapi kenapa masih juga engkau merasa diri berada,
karena sesungguhnya engkau itu ada dalam ketiadaan,
karena susungguhnya engkau itu lemah dalam kelemahan,
karena sesungguhnya engkau itu fana dalam kefanaan,
terus...
sebenarnya apa yang engkau cari dalam kehidupan?
sebenarnya apa yang engkau dapati dalam kehidupan?
karena untuk mengenal diri sendiripun engkau masih belum bisa,
Astagfirullah...astaghfirullah...astaghfirullah...
Ya Allah, wahai dzat yang memiliki semua keagungan,
dengan 99 sifatMU yang penuh keberkahan,
kusungkurkan diri fana ini dihadapanMU,
kusungkurkan diri lemah ini didekapanMU,
kusungkurkan diri kotor ini dalam kesucianMU,
kupasrahkan diri dalam takdirMU,
kupasrahkan diri dalam iradatMU,
Ya Allah, dzat yang maha memberi rahmat,
bukalah hati yg gelap ini utk memahami makna hayati,
sungguh tanpa cahayMU, diri ini bukanlah apa-apa,
angkatlah jiwa-jiwa ini kedalam keagunganMU,
Wahai jiwa yang tenang...
kembalilah kehadapan Tuhanmu dengan dalam keadaan senang atau terpaksa,
...Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada Iman,(yaitu),
"berimanlah kamu kepada Tuhanmu",maka kamipun beriman.
Ya tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskan kesalahan-kesalahan kami,
dan matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti...[QS.3.193]

13.10.10

Keterbatasan

kala kita becanda dgn bayangan,
seakan lupa sebenarnya apa yg sedang kita lakukan,
semua terlihat penuh pesona dan sangat menggairahkan,
membuat kita serasa fly entah ada di dimensi mana,
gemerlap kecantikannya bak berlian bermandi cahaya,
yang mampu membutakan mata lahir kita,
tetapi seharusnya kita segera tersadar,
bahwa sebenarnya semuanya hanya untaian fatamorgana,

memang terasa benar himpitan rasa itu,
seakan terlanjur semerbak,bersenandung dlm kalbu,
bak anak panah meluncur dari sang busur,
tak ada yang bisa untuk menghentikannya,
ah, memang manusia paling suka bermain dgn bayangan,
terkadang dgn sisa kekuatan yg ada,
mencoba utk menyingkirkan semuanya,
apalah daya dia malah jatuh kedalam renungan yg tak berujung,
hanya satu-satu desahan napasnya terdengar tak beraturan,

kembali dia mencoba utk menepis rasa yg semakin bergelora,
huh, seharusnya bisa...
lagi-lagi buntu terasa gak ada ruang utk itu,
berbagai macam cara dia lakukan tuk berusaha menghindar,
semakin kuat dia berusaha,
malah semakin dalam dia terjatuh dalam lamunan,
memang terkadang kita lupa,
bahwa sebenarnya kita sedang bermain dengan bayangan,
semakin dia mengejar, semakin dia menjauh,
lalu sebenarnya apa yang dia cari?
ketika pertanyaan itu terlintas dalam benak,
malah dia semakin gamang dan gemetar,
memang sulit...
hanya itu kata sederhana yg ada dalam otak,
tetapi bukan berarti hal yang tak mungkin utk dilakukan,
semuanya pasti butuh proses,

jauh mata memandang gumpalan-gumpalan awan yang memutih,
tersadar bathin dalam kecemerlangan cakrawala,
bibir tersungging tak tahu penyebabnya,
hanya getar-getar rasa menjalar lembut kesanubari,
berbisik daun jendela hati,
mengingatkan akan satu hal yang pasti akan kita hadapi,
mahluk lemah yang penuh dgn kesombongan,
mahluk lemah yang penuh dgn keserakahan,
mahluk lemah yang penug dgn keangkaramurkaan,
mahlik lemah yang penuh dgn keterbatasan
akhirnya tersadar semua harapan jiwa,
terbarkanlah pesona yang ada keseluruh penghuni alam raya
tuk mendapatkan daulah jiwa nan indah selamanya.

15.9.10

Kepergiannya

Ketika datang berdebar rasa didada,
tak terungkap dgn bait-bait kata,
semua kupersiapkan dgn sempurna,
demi tuk menyambut kedatanganya,
satu persatu sisa debu-debu kebersihkan,
ruang kembali kutata ulang demi kesemarakan,
celah-celah kututup dgn rapat,
demi utk kesempurnaan yg ingin kuraih,

waktu berjalan betapa cepat,
tak terasa dia berlalu tanpa peduli,
entah dalam kondisi apapun kita,
diapun tak pernah memberi perhatian,
dapatkah sedikit kenangan tersisa,
atau hanya sekedar berlalu tanpa ada rasa,
kuingin berteriak memanggilnya kembali,
tetapi dia makin cepat melangkahkan diri,
entah bagaimana rasanya hancurnya jiwa,
ketika hari-hari akhir dia akan meninggalkan,
seakan separuh nyawa ini turut melayang dari sukma,

Ya Allah, dzat yang Maha mengetahui,
mudah-mudahan semua kenangan yg tersisa darinya
dapat memberikan warna dalam mengarungi sisa kehidupan,
dan semoga, hamba dipertemukannya kembali dgn kemuliaannya

PHP 16.30

24.8.10

Buat Mereka Tersenyum

Assalamu'alaykum Wr. Wb.
I. Pendahuluan
Segala puji hanya milik Allah SWT yang telah memberikan petunjuk dan bimbingan-Nya kepada kita semua sehingga kita sampai detik ini masih bisa melakukan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari-hari. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah SAW manusia sempurna yang diturunkan Allah SWT untuk memberikan penerangan kepada seluruh umat manusia, keluarganya, sahabatnya dan kepada seluruh ummatnya yang masih tetap istiqomah mengikuti seluruh ajaran-ajarannya hingga akhir zaman.
Manusia diciptakan Allah SWT dalam kondisi yang berbeda-beda. Ada yang lahir dari keluarga kaya, serba kecukupan, memiliki kedua orangtua yang perhatian, penuh kasih sayang dsb. Akan tetapi ada juga manusia yang dilahirkan dari keluarga yang miskin, serba pas-pasan kalau boleh dibilang serba kekurangan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Bahkan yang lebih membuat kita prihatin mereka tidak memiliki kedua orangtua lagi(yatim piatu).
Berdasarkan keadaan diatas maka kami orang-orang yang merasa sedikit peduli terhadap kondisi saudara-saudara kita yang masih belum memiliki keberuntungan dalam menatap hidup ini akan mengadakan acara yang kita beri nama “BUAT MEREKA TERSENYUM” (BMT) 2010 yang bertujuan selain untuk sedikit meringankan beban hidup mereka, juga untuk melatih kita tentang arti persaudaraan yang sesungguhnya dalam ajaran agama Islam. Perasaan yang selalu ingin menyayang dan disayang, selalu memperhatikan kesusahan-kesusahan yang dialami orang-orang disekeliling kita dsb.
Dengan kegiatan ini pula diharapkan tumbuhnya kesadaran bahwa manusia diciptakan Allah SWT harus saling tolong menolong baik dalam keadaan senang maupun susah dan lebih peduli terhadap nasib anak-anak yatim piatu yang belum mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.


II. LANDASAN PEMIKIRAN
 Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Dari Nabi saw. beliau bersabda: Orang yang membiayai para janda dan orang miskin itu bagaikan seorang pejuang di jalan Allah. Aku mengira beliau menambahkan: Dan bagaikan orang yang selalu menjalankan salat malam tanpa henti atau bagaikan orang yang selalu berpuasa tanpa berbuka. (Shahih Muslim No.5295)


III. TUJUAN

Umum : Dengan menyayangi dan memperhatikan anak yatim bisa melembutkan kekerasan hati.
Khusus : 1. Menjalin ukhuwah
2. Meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim piatu
3. Membentuk manusia yang gemar bershadaqoh

IV. NAMA DAN TEMA KEGIATAN
Nama kegiatan “ Buat Mereka Tersenyum ” (BMT) 2010 dengan tema “Dengan Mengusap Kepala Anak Yatim Piatu, Mudah-mudahan Keberkahan Selalu Mengiringi Dalam Setiap Langkah Kehidupan Kita”

V.WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Agustus 2010, tempat di konfirmasi kemudian

VI.SASARAN KEGIATAN
Sasaran dari kegiatan ini adalah meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap anak yatim piatu yang ada disekililing kita.


VII.PENUTUP
Demikianlah proposal ini kami buat, dengan harapan agar kegiatan ini mendapat perhatian dan dukungan dari semua pihak. Akhirnya kepada Allah SWT jualah kami berserah diri.


NB: Buat rekan-rekan yang berminat utk ikut berpartisipasi dalam acara ini bisa kirim donasinya ke no REK. BCA 885 038 1969 atas nama Lusy Nurhayati


Bekasi, 20 Augustus,2010


Ketua Pelaksana Sekretaris


Pico Bhayu Anggoro Noersima



Bendahara


Lusy Nurhayati

10.8.10


Asalamu'alaykumsalam...

Alhamdulillahirabbil 'alamiin,
Puji syukur selalu kita panjatkan atas semua nikmat yang telah diberikan
seandainya lautan dijadikan tinta dan pohon-pohon dijadikan penanya niscaya
tidak akan dapat menuliskan nikmat yg telah diberikanNya.
Shalawat beriring salam semoga selalu tercurah kepada satu satunya manusia
yg paling dimuliakan diseluruh alam, kepada keluarganya, shahabatnya dan
mudah-mudahan kita yg tetap istiqomah menjalankan seluruh ajarannya dan
sekuat mungkin utk meninggalkan laranganya.
Tak terasa ramadan sudah didepan mata, aktivitas yg kita lakukan sehari-hari
seakan-akan melupakan bahwa bulan nan penuh berkah ini telah hadir
ditengah-tengah kita. Selayaknya kita menyambut tamu yg agung ini, sudah
sejauh manakah persiapan yg telah kita lakukan dalam menyambut bulan yg
penuh dgn hikmah ini, manakala kita terlupakan oleh semua kegiatan yg kita
lakukan, maka pada kesempatan ramadan kali ini, marilah kita saling berlomba
berebut utk mencapai derajat taqwa yang telah dijanjikan Allah SWT, hanya
pada bulan ramadanlah semua amal-amal kebaikan dilipat gandakan, pintu
neraka ditutup rapat dan pintu-pintu surga dibuka lebar-lebar.
Maka pada kesempatan ini saya dan keluarga mengucapkan MOHON MAAF LAHIR
BATIN, semoga pada Ramadan kali ini, kita dapat menemukan makna dari
kehidupan yg kita jalani dan kita dimasukan kedalam orang-orang yg diberi
naungan pada hari akhir kelak, amiin

Wassalamu'alaykum wr.wb
php. 16.07

ELEGI

Sungguh rasa itu kadang datang tak menentu,
berkali kucoba menghapuskannya...
ternyata bukan sesutau yg mudah,
akan tetapi keyakinanku tergugah,
bahwa semua itu bukan yg tidak mungkin tidak bisa,
semua pasti ada jalan keluarnya,
tinggal bagaimana kita bisa menggunakan segala daya,
tinggal bagaimana kita bisa mengoptimalkan segala upaya,

Sungguh kucoba terus melawan rasa itu,
terkadang kutermenung dalam kebisingan,
kadang kuberlari dalam ketenangan,
terkadang juga sedikit senyum terhias dibibir,
entah apa artinya semua itu,
kabut masih terlalu pekat utk ditembus,

Sungguh dgn segala daya & upaya kucoba melupakan rasa itu,
kubuka lembar2 masa lalu dgn penuh haru,
susah senang, jatuh bangun, gelap terang,
silih berganti terbayang laksana layar pertunjukan,
kucoba membangun kembali bayang2 diri,
huh!mulai teringat lagi...
cepat kutekan gelora amarah,
Syetan!enyah kau dari hadapanku,
kulagi berusaha mengoreksi diri,

Kutermenung dalam kekosongan,
arus kehidupan menyeret tanpa perasaan,
kembali kumenata nurani yg berserak,
keping demi keping kususun kembali,
dengan segenap jiwa dan raga kuhadirkan diri,
demi tuk menjemput elegi di keesokan hari.

php. 10.45